Rabu, 23 Januari 2013

Musik Gondang dari Subang


Klotak...Klotok....dog...dog...
Klotak...Klotok....dog...dog...
Wow, suara apa itu? Suara itu berasal dari kayu berlubang yang mirip perahu. Kayu itu dikenal dengan nama lesung. Ketika lesung dipukul-pukul dengan tongkat bernama alu, keluarlah musik berirama merdu. Orang Sunda di Subang, Jawa Barat,  pintar sekali memainkan musik pakai lesung dan alu. Kok bisa begitu ya?

Teman-teman, tahu lesung dan alu tidak?, wah, jika kamu tinggal di kota barangkali jarang melihatnya sebab orang kota tidak menanam padi. Kalau kamu ingin melihat lesung dan alu, datanglah ke desa.

Orang desa memiliki lesung dan alu untuk menumbuk padi. Padi ditumbuk untuk dijadikan beras. Beras hasil tumbukan ini, jika ditanak, rasanya sangat enak.

Padi-padi yang sudah kering dijemur itu dimasukan ke dalam lesung sambil dipukul-pukul memakai tongkat kayu bernama alu. Dari pukulan alu yang kompak itu , dihasilkan bunyi yang ramai. Klotak...klotok....dog...dog...

Menurut orang Subang, lesung dan alu bukan sekedar untuk menumbuk padi. Lesung dan alu juga menjadi alat musik yang penting. Mereka menebutnya musik gondang.

Dahulu, nenek moyang orang subang memainkan gondang sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki-Nya. Bahkan, musik gondang juga menjadi doa supaya sawah dan ladang orang Sunda tetap subur.

Hadirnya kesenian tradisional gondang di pusat perbelanjaan, tentu saja menjadi salah satu upaya pelestarian budaya. Selain upaya itu, pemerintah setempat sering menampilkan kesenian ini pada acara pekan kesenian tradisional atau membuat jadwal pentas di hotel-hotel mewah. Tujuan pementasan di sana agar pengunjung mengenal gondang.


Sumber: Bobo, 26 April 2007


Tidak ada komentar:

Posting Komentar